Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami, menekankan pelaksanaan peringatan Dahe Fajr(Sepuluh Fajar Kemenangan yang dimulai pada 1 Februari) secara meriah dan khidmat di seluruh penjuru Iran. Demikian disampaikannya, pada khutbah Jum’at [31/1] di Teheran ibukota Republik Islam Iran.
Ayatullah Sayid Ahmad Khatami menyampaikan ucapan selamat atas datangnya Dahe Fajr, dan mengatakan kemenangan Revolusi Islam di bawah kepemimpinan Imam Khomeini ra telah menghadiahkan independensi dan kebebasan kepada bangsa Iran.
Peringatan khusus untuk merayakan ulang tahun ke-35 kemenangan Revolusi Islam di Iran akan dimulai secara nasional pada Sabtu pagi. Pada 1 Februari 1979 silam, Imam Khomeini kembali dari pengasingan selama 15 tahun dari Paris, Perancis.
Upacara nasional yang menandai kedatangan Imam Khomeini akan dimulai pada pukul 9:33 waktu setempat, sesuai dengan waktu pendaratan pesawat yang membawa beliau di Bandara Internasional Mehrabad, Tehran.
Menurut Ayatullah Khatami, pesta kemenangan Revolusi Islam harus digelar secara merakyat dan jalan para syuhada revolusi dan Perang Pertahanan Suci harus diteruskan.
Pada kesempatan itu, Ayatullah Khatami mengingatkan bahwa kemuliaan dan kewibawaan 35 tahun bangsa Iran diperoleh berkat perlawanan dan resistensi. Beliau menambahkan, slogan "Mampus Amerika" telah memberikan kemuliaan dan kedigdayaan kepada bangsa Iran.
Berbicara tentang ancaman invasi militer oleh para pejabat AS terhadap Iran, Ayatullah Khatami menandaskan, ancaman-ancaman tersebut telah usang dan bangsa Iran akan melawan mereka dengan budaya muqawama.
"Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei berulang kali menegaskan bahwa Tehran tidak mengincar produksi bom atom. AS sendiri telah membunuh ribuan orang dengan membom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang," tambahnya.
Menyinggung kekhawatiran masyarakat dunia tentang masa depan mereka, tokoh senior Iran ini menuturkan, masa depan mereka terancam oleh bahaya Amerika dan rezim Zionis Israel.
Seraya mengkritik Washington yang menganggap Hizbullah Lebanon sebagai teroris, Ayatullah Khatami menandaskan, Hizbullah adalah bukan kelompok teroris, karena mereka secara berani membela tanah air Lebanon dari serangan Israel.
Di bagian lain khutbahnya, khatib Jumat Tehran menyoroti tentang kegagalan konferensi Jenewa II untuk membahas krisis di Suriah. Menurutnya, solusi atas konflik di Suriah adalah menghentikan pengiriman senjata oleh AS dan sekutu Arab mereka kepada kelompok-kelompok teroris dan Takfiri di negara itu.
Berbicara tentang transformasi saat ini di Mesir, Ayatullah Khatami mengatakan, militer sedang berupaya untuk mengulangi era Mubarak di negara itu dan kembali ingin menjadikan Mesir sebagai halaman belakang Israel.